Pembunuh Berkapak yang Menghidupkan New Orleans dengan Musik Jazz

15643589243_48a6a90d3e_z

Tanggal 19 Maret 1919, 15 menit lepas tengah malam, kota New Orleans hingar bingar dengan musik jazz. Hampir semua toko, restoran dan seluruh penjuru kota masing-masing menyetel lagu pilihan mereka.

Mereka bukan sedang berpesta. Sebaliknya, ini adalah reaksi ketakutan warga kota atas ancaman yang diperkirakan berasal dari pembunuh berantai yang kerap dipanggil dengan julukan The Axeman,  alias Pria Berkapak.

Sejak setahun sebelumnya, pembunuh berantai ini telah menyerang sejumlah orang baik laki-laki, perempuan, ibu hamil, hingga lansia. Sebagian luka parah, bahkan tewas. Tak banyak keterangan yang bisa dihimpun dari korban selamat mengenai profil sang penyerang tersebut. Namun, ada beberapa ciri khas yang selalu ia lakukan setiap menjalankan aksinya.

Yang pertama, penyerangan selalu dilakukan di rumah korban, sebagian besar dengan senjata kapak yang dimiliki oleh korban. Selain itu, satu bilah papan dari pintu belakang rumah korban juga dilepas hingga berlubang, dan lubang ini, terlalu sempit untuk dilewati orang dewasa.

471px-Mysterious_axman

Puncaknya, adalah pada 13 Maret 1919. Muncul surat yang disebutkan berasal dari sang pembunuh  yang dikirim ke redaksi surat kabar lokal, New Orleans Times-Picayune. Isi surat yang diawali dengan kata Hell pada kop surat ini, sungguh ganjil.

Selain menyatakan bahwa ia tak akan pernah bisa ditangkap dan mampu melakukan teror yang lebih mengerikan lagi, ia mengumumkan rencananya: pada tanggal 19 Maret pukul 00.15 dini hari, ia akan kembali ‘mengunjungi’ New Orleans’. Namun, ia menambahkan, karena ia adalah penggemar musik jazz, maka rumah yang menyetel musik ini akan ia lewatkan begitu saja.

Bisa ditebak, reaksi masyarakat atas surat ini. Apalagi, tiga hari sebelum surat tersebut muncul, The Axeman baru saja menyerang satu keluarga, yang menewaskan bayi keluarga tersebut.

Benar saja, di tanggal 19 tersebut tak ada penyerangan yang terjadi. Ia baru ‘kumat’ lagi di bulan Agustus. Mike Pepitone, adalah yang terakhir tercatat sebagai korban The Axeman pada Oktober 1919.

Hingga kini, identitas sang Pembunuh Berkapak dari New Orleans belum terkuak. Ada teori yang menyatakan bahwa sang pembunuh telah ditembak mati oleh istri Mr. Pepitone. Yang jelas, hingga kini ia menjadi sumber inspirasi dalam novel, komik, musik, hingga serial televisi.

 

 

Sumber Informasi dan Foto:
Wikipedia dan  Crime Library
Jimmy Balkovicius-Flickr

Curiosity

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *