Tiga Pasien Skizofrenia yang Merasa Dirinya Kristus Dipertemukan, Apa yang Terjadi?

3840050395_6926270678_o

Sebut saja tiga pria ini dengan nama Clyde Benson, Joseph Cassel, dan Leon Gabor.
Ada tiga persamaan di antara mereka.
Ketiganya adalah nama alias, mereka mengidap skizofrenia dan masing-masing meyakini bahwa dirinya adalah Kristus.

Tidak ada yang istimewa dengan persamaan ini, sampai seorang psikolog bernama Milton Rokeach memutuskan untuk mempertemukan dan merawat ketiganya di Ypsilanti State Hospital yang terletak di kota Ypsilanti, Michigan, Amerika Serikat.

Clyde Benson, adalah yang tertua sekaligus yang terlihat paling parah sakitnya dalam trio ini. Ia adalah seorang petani alkoholik dari Michigan yang dikenal temperamental oleh tetangganya. Delapan belas tahun setelah perkawinannya, istrinya meninggal setelah menggugurkan kandungan. Setelah itu tragedi datang susul menyusul, sejumlah orang dekat di hidupnya ikut meninggal dunia. Selama 17 tahun  ia menjadi pasien Rumah Sakit Jiwa, sebelum bertemu dengan dua ‘rekannya’ yang lain.

Pria kedua dilahirkan dengan nama perempuan, Josephine, wanita yang dikagumi ayahnya sejak muda. Tak menyukai nama yang disematkan padanya, ia mengubah namanya menjadi Joseph Cassel. Joseph dibesarkan oleh seorang ayah yang pemarah yang kerap menganiayanya. Pria yang bercita-cita sebaga penulis ini dikenal manis dan lembut oleh keluarganya, namun memiliki sejarah depresi dan halusinasi.

Yang terakhir adalah Leon Gabor, yang paling muda sekaligus juga yang paling ’berfungsi’ di antara ketiga trio ini. Leon dibesarkan oleh seorang Ibu yang kompulsif dalam beragama dan diperkirakan memiliki kecenderungan psikosis. Sebulan sebelum dirawat di rumah sakit jiwa, Leon mulai mendengar suara yang ia yakini sebagai suara Tuhan, bahwa ia adalah Kristus.

Ketiganya pertama kali bertemu pada 1 Juli 1959, dalam sebuah ruangan kecil pada bangsal D-23 Ypsilanti State Hospital, tempat mereka dirawat.

51Kmo2VTq5L

Buku ‘The Three Christ of Ypsilanti’ ditulis oleh Milton Rokeach ini berisi pengalamannya merawat ketiga pasien selama dua tahun.

 Seperti yang telah diduga, mereka langsung berdebat tentang identitas masing-masing. Ketiganya berusaha merasionalisasi keberadaan satu sama lain. Mulai dari yang lain sebenarnya telah mati atau bereinkarnasi, gila, hingga menghubungkannya dengan Davy Jones—makhluk mitos yang dipercaya bertanggung jawab atas para pelaut yang tenggelam. Dalam catatannya, Rokeach menemukan satu hal yang menarik, bahwa  Leon memahami bahwa mereka tengah ‘diadu satu sama lain’ yang bertujuan untuk mengubah keyakinan yang mereka miliki.

Lepas minggu ketiga, perdebatan antara tiga orang ini makin sengit, bahkan berujung pada perkelahian. Rokeach akhirnya memberikan penjelasan pada para pasiennya bahwa dua orang yang lain sebenarnya adalah penderita masalah kejiwaan, telah meninggal, atau manusia yang dioperasikan dengan mesin.

Setelah dua tahun, akhirnya percobaan ini dihentikan. Mahasiswa psikologi yang bekerja bersama Rokeach mengkritik etika percobaan yang penuh manipulasi dan kebohongan terhadap ketiga pasien ini. Apalagi, Clyde, Joseph dan Leon berada di bawah tekanan selama menjalani eksperimen ini.  Belakangan, Rokeach pun menyadari bahwa penelitian ini tak etis dan mengutarakan permohonan maafnya.

Rokeach sendiri, mengakui bahwa ia tak berhasil menyembuhkan ketiga pasiennya ini. “Namun eksperimen ini menyembuhkan delusiku dalam bertindak bagaikan Tuhan, yang mencoba memanipulasi mereka untuk tak percaya lagi pada keyakinan mereka,” ujar Rokeach dalam buku Three Christ of Ypsilanti yang menceritakan tentang eksperimen ini. Cerita ketiga pasien ini, akhirnya juga diadaptasi ke dalam sejumlah pertunjukan teater dan opera.

Bagi mereka yang ‘normal’, cerita ini tiga pasien ini sekilas mungkin terasa menggelikan. Namun singkirkan sejenak label skizofrenia itu, maka mereka hanyalah orang yang meyakini satu identitas yang menjelaskan siapa diri mereka. Bukankah kehilangan identitas—yang menjadi inti keberadaan manusia di dunia—adalah satu hal yang menakutkan?

Sumber Ilustrasi :

Ralph Buckley – Flickr

Buku Three Christ of Ypsilanti –  Amazon

Curiosity

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *