Harimau Vs Singa,  Siapa yang Jadi Juaranya?

20883897868_df403c7a65_k

Singa boleh jadi dikenal sebagai si-Raja Rimba. Namun ada sepupu dekatnya dari keluarga kucing besar yang tak bisa dianggap remeh, yakni Harimau, yang dalam berbagai mitologi dunia merupakan lambang kekuatan. Jelas, tak ada yang bisa mengingkari keperkasaan keduanya. Pertanyaannya, siapa yang akan menang bila kedua bangsawan dunia binatang ini dihadapkan?

Harimau Vs singa, siapa yang lebih unggul di antara keduanya. Pertanyaan ini, sebenarnya banyak menggayut pikiran banyak orang. Tak cuma yang awam, tapi juga para pakar. Tentu  tak mungkin mencari jawaban ini dengan cara mengadu keduanya dengan sengaja. Namun setidaknya, kita bisa membandingkan statistik keduanya, mempertimbangkan pendapat pakar dan melihat fakta sejarah yang terjadi di masa lalu.

 

STAT

 

8268468844_703991ec4c_kDari sudut merah ada Harimau alias Panthera tigris

  • Anggota keluarga kucing paling besar di muka bumi. Terdapat beberapa sub spesies yang tersebar di Asia dan Rusia. Yang terbesar adalah Harimau Siberia dengan kisaran berat 180-306 kilogram untuk pejantan dan 100-167 kilogram untuk betina.
  • Perhitungan kekuatan gigitan dan tubuhnya mencapai 127.
  • Hidup soliter.

Fun Fact: Pola loreng pada harimau tidak berhenti hanya pada di bagian bulunya saja, namun juga kulit. Dengan begitu, meski dicukur gundul pun, harimau tak akan kehilangan belangnya.

Penantangnya di sudut biru, ada Singa a.k.a Panthera leo 8480424112_8315769d33_k

  • Merupakan spesies kucing terbesar kedua setelah harimau. Berat rata-rata singa jantan berkisar 174-189 kilogram, dan yang betina 119-126 kilogram.
  • Habitatnya saat ini adalah padang savanna Afrika dan hutan Gir di Gujarat, India.
  • Perhitungan kekuatan gigitan dibanding masa tubuh besarnya
  • Umumnya hidup sebagai kawanan.

Fun Fact: Sekitar 10 ribu tahun lalu, atau sebelum memasuki masa Pleistocene, singa diyakini sebagai mamalia yang paling tersebar di seluruh dunia setelah manusia.

 

Lewat perbandingan statistik ini, harimau kelihatannya berada di atas angin. Namun bagaimana pendapat para pakar sendiri?

William Bridges, kurator media internal Bronx Zoo, pada tahun 1959 menulis sebuah kolom di surat kabar Spokesman Review  yang menyebutkan bahwa pertarungan singa dan harimau kerap digelap saat pertandingan Gladiator di Colosseum. Uang taruhan, banyak dilempar untuk kemenangan harimau—satu hal yang menurut Mr. Bridges juga akan dilakukannya.

Sebaliknya, Kailash Sankhala, Direktur Taman Zoologi Delhi dan Kepala Perlindungan Satwa Liar Rajasthan, menyebutkan singa yang lebih superior. Menurutnya, harimau memiliki kecenderungan untuk menghindari konfrontasi. Apalagi, singa memiliki surai yang melindungi tengkuknya.

Surai di tengkuk singa, memang kerap dianggap sebagai tameng bagi mereka. Namun Lion Research Center dari Universitas Minnesota menyimpulkan bahwa surai ini berfungsi layaknya bulu merak, yaitu untuk menarik perhatian betinanya. Singa betina di Serengeti, lebih memilih singa dengan bersurai lebih hitam, karena hanya singa kuat mampu bertahan dengan warna rambut ini. Pasalnya rambut tengkuk yang gelap akan menaikkan suhu tubuh, satu hal yang bisa berakibat fatal bagi fauna daerah kering ini.

Duel harimau dan singa—baik secara alami maupun lewat campur tangan manusia—juga direkam dalam sejumlah catatan sejarah.

Secara alami, hal ini terjadi karena mereka hidup dalam satu wilayah yang sama. Berbeda dengan saat ini, dulu habitat harimau dan singa saling beririsan, misalnya di India. Di abad ke-19, ada beberapa catatan yang menyebutkan terjadinya pertarungan  antara singa dan harimau liar—namun tak disebutkan siapa pemenangnya. Dalam pertarungan di alam liar, sejumlah pakar meyakini singa mampu menundukkan harimau. Pasalnya, singa hidup secara berkelompok sementara harimau hidup soliter, sehingga kekuatan dalam pertarungan yang terjadi secara alami tak akan berjalan seimbang.

Ada pula pertarungan antara harimau dan singa yang direkayasa manusia. Sejak masa Romawi Kuno, kejayaan Pompeii, hingga Dinasti Gaekwad di India,duel dua binatang buas ini kerap digelar. Hasilnya beragam. Kailash Sankhala menyebutkan seorang bangsawan pernah menggelar pertarungan kedua hewan ini dengan  hasil harimau terbunuh dalam pertarungan ini . Sementara penguasa Romawi Titus, memiliki seekor Harimau Bengal yang kerap diadu dengan Singa Afrika, dan selalu keluar sebagai juara.

Untitled

Arena sirkus juga kerap menjadi gelanggang tempat keduanya beradu. Clyde Beatty , pawang singa yang juga bintang sirkus terkenal dari era 30-an menyebut singa adalah lawan yang lebih kuat. Selama ia menyatukan dua spesies ini dalam satu arena, terdapat 25 kasus kematian harimau di tangan singa—dua adalah Harimau Siberia, sisanya Harimu Bengal. Hal serupa, juga dinyatakan oleh pawang singa tenar lainnya, Dave Hoover .

Kirk Bates, kolumnis The Milwaukee Journal memberikan pembelaannya pada harimau. Ia menyatakan pertarungan harimau versus singa dalam jeruji sirkus—yang biasanya dimenangkan oleh singa—bukanlah perkelahian yang adil. Pasalnya menurut dia, saat satu singa mulai menyerang seekor harimau, teman-teman singanya akan ikut mengeroyok. Sementara harimau lain—yang biasa hidup soliter—cuek saja melihat pertarungan tersebut.

Di Youtube sendiri, terdapat sejumlah video yang menampilkan perkelahian keduanya. Namun, hasil pertarungan ini susah diinterpretasikan, karena sedikit sekali data yang ditampilkan tentang kedua binatang yang bertarung. Misalnya,  ada video yang menampilkan harimau betina muda yang melawan singa jantan dewasa atau sebaliknya.

Ah, tapi daripada kita meributkan siapa yang lebih kuat antara harimau dan singa, mengapa tak berkonsentrasi saja memikirkan cara menyelamatkan dua makhluk yang penuh wibawa ini dari ambang kepunahan?

 

 

Keterangan Foto

Jo Naylor – Flickr

Sam Leech – Flickr

Eric Kilby – Flickr

The Milwaukee Journal, 28 Februari 1951. Tanpa nama fotografer

Curiosity

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *