Radithor: Obat Kuat dengan Radioaktif yang Ampuh…Menghilangkan Rahang

Jauh sebelum Viagra dan kawan-kawannya beredar di pasaran, pria sudah sejak lama mencari cara cespleng untuk meningkatkan kejantanannya lewat obat kuat.

Banyak obat kuat yang diklaim punya manfaat ini dan itu, tapi mungkin belum ada yang bisa menyamai dahsyatnya efek Radithor.

Untuk mengetahui khasiat Radithor, kita perlu berkenalan dulu dengan seorang pria Amerika Serikat bernama Eben Byers.

Eben Byers Sang Sosialita

Publik masa kini mungkin tak mengenal namanya, tapi Mr Byers ini merupakan semacam sosialita pada masanya. Tahun 1900-an awal, ia dikenal sebagai atlet golf yang cukup sukses sekaligus pemimpin perusahaan baja yang didirikan sang ayah. Di luar itu, ia dikenal dengan reputasi sebagai ladies’ man. Di mana ada Tuan Byers, di sana ada wanita yang menemaninya.

Hidupnya berubah total pada 1927, saat ia mengalami cedera di lengannya. Oleh dokter yang menanganinya, Eben disarankan untuk mengonsumsi Radithor.

Baca Juga: Perkenalkan: Diogenes dari Sinope, Filsuf Yunani yang Rock ‘n Roll

Janji Surga di Dalam Botol Mini

Sekilas pandang, Radithor terlihat sama sekali tak berbahaya. Bentuknya adalah air suling yang dimasukkan dalam botol mini dengan tinggi kira-kira lima sentimeter yang ditutup sumbat gabus. Meski begitu, harganya terbilang luar biasa pada masanya, mencapai US$1 per botol. Hanya kaum tajir melintir yang mampu membeli Radithor untuk dikonsumsi rutin.

Penemu Radithor, William J. A. Bailey, mempromosikan air ajaib ini mampu menyembuhkan 150 penyakit. Namun salah satu hal daya tarik yang dijanjikan dalam pamflet promosinya, Radithor disebut memiliki fungsi sebagai obat kuat.

Rahasianya, air sulingan dalam Radithor telah diperciki dengan radium isotop 226 dan 228. Ya, radium, radioaktif yang luar biasa berbahaya bagi manusia.


Tapi orang-orang pada masa itu, termasuk Tuan Byers yang terhormat, belum sadar benar dengan fakta ini. Apalagi pada saat itu ia yang mendekati usia setengah abad mulai kesulitan melakukan aktivitas seksual seperti masa mudanya.

Tak heran embel-embel Radithor sebagai obat kuat begitu menarik baginya.

Sejumlah catatan menyebutkan bahwa Byers meminum lebih dari satu dosis Radithor setiap harinya. Maklum, orang kaya.

Tapi bukan cuma karena ia mampu, Eben Byers juga rupanya merasakan manfaat air ajaib ini sebagai obat kuat. Ia merasa badannya makin segar dan kekuatannya kembali. Saking puasnya, ia menghadiahkan Radithor kepada rekannya, pacarnya, bahkan diminumkan kepada kuda pacuannya.

Namun efek fantastis ini tak bertahan lama. Setelah diperkirakan meminum sekitar 1.400 dosis Radithor selama sekitar dua tahun, kemanjurannya mulai hilang. Giginya juga mulai rontok. Namun Byers ternyata merasakan efek yang lebih parah dari ini.

Baca Juga: Trypophobia, Fobia Misterius yang Sempat Dianggap Hoaks

Akhir Hidup Tuan Byers dan Radithor

Sebelum menengok kondisi Eben Byers, perlu diketahui bahwa pada 1930 Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) mulai mempertanyakan klaim bahwa air berisi radium ini tak berbahaya. Mengingat Byers sempat jadi pelanggan tetap Radithor, tak heran ia kemudian dimintai testimoninya.

Dari sini baru diketahui kondisi Byers sudah sangat sakit berat sehingga tidak bisa datang ke pengadilan. Akhirnya dikirim pengacara ke rumah Byers untuk keperluan ini. Sepulangnya dari sana tak hanya testimoni sang sosialita yang didapat, tapi pengakuan sang pengacara mengenai kondisi Byers yang mengenaskan.

Anda akan memasuki bagian yang bikin ngilu. (Photo by Marvin Esteve on Unsplash)

Begini petikan laporan sang pengacara:
“Seluruh rahang bagian atas, kecuali dua gigi depan, dan sebagian besar rahang bawahnya telah diangkat.”

Bagian horornya belum selesai sampai di sini.

“Semua lapisan tulang yang tersisa di tubuhnya meluruh, dan ada lubang yang terbentuk di tengkoraknya.”

Akhirnya pada akhir tahun 1930 William J. A. Bailey diperintahkan untuk tak lagi memproduksi Radithor. Tapi selama beroperasi, ia telah menjual 400 ribu botol dengan keuntungan mencapai 400 persen. Dan sampai akhir pun, pria yang DO dari Universitas Harvard ini tetap meyakini bahwa Radithor tak berbahaya karena ia ikut meminumnya.

Tahun 1949, William J. A. Bailey meninggal dunia karena kanker kandung kemih. Saat diperiksa 20 tahun kemudian, jenazahnya dinyatakan “rusak digerogoti radiasi”.

Eben Byers sendiri akhirnya meninggal pada 1932 di New York pada usia 51 tahun, dan dimakamkan dalam peti berlapis timah.

Sumber:

  1. Wikipedia Radithor, Eben Byers, dan William J. A. Bailey
  2. Oak Ridge Associated Universities
  3. Medical Collectors Association, “The Radium Water Worked Fine Until His Jaw Come Off”

Curiosity

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *